SAMBUTAN PERINGATAN ISRA’ MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW 27 RAJAB 1430 H

19 Juli 2009
by Kombor

SAMBUTAN KETUA RW07 PADA PERINGATAN ISRA’ MI’RAJ
NABI MUHAMMAD SAW
MASJID AT TAQWA, GRAHA SEVILLA
27 RAJAB 1430 H

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamin. Wabihi nasta’inu ‘ala umuridunnya waddin. Wash-sholawatu wassalaamu ‘ala asrofil anbiya’i walmursalin. Wa’ala alihi wa ashabihi ajmain. Amma ba’du.

Robbisrohli shodri wayassirli amri, wahlul ‘uqdatan millisani, yafqohu qauli.

Yang saya hormati Bapak KH Achmad Yani IS,

Yang saya hormati Ketua DKM Masjid At Taqwa, H Supardi, berserta seluruh pengurus DKM Masjid At Taqwa,

Yang saya hormati Ketua RT 43, Ketua RT 45, Ketua RT 46, dan Ketua RT 47 beserta seluruh jajarannya,

Yang saya muliakan, para hadlirin dan hadlirat, warga Graha Sevilla, jamaah pengajian peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekalian,

Puji syukur ke hadlirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, nikmat kesehatan dan nikmat kelonggaran waktu sehingga pada malam ini kita dapat bersama-sama berada dalam majelis ini untuk memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW yang telah menuntun kita insya’ Allah hingga akhir zaman nanti dan yang kita harapkan syafaatnya pada yaumul hisab.

Hadlirin sekalian,

Isra’ Mi’raj adalah dua peristiwa dalam sejarah kenabian yang sangat penting bagi Nabi Muhammad SAW dan bagi kita semua. Peristiwa Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW pada suatu malam dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Palestina. Peristiwa ini diabadikan dalam firman Allah Surat Al Isra ayat pertama, yang terjemahannya:

Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu (potongan) malam dari masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat".

Sedangkan, Mi’raj adalah peristiwa naiknya Nabi Muhammad SAW ke Sidratul Muntaha untuk diperhadapkan dengan Allah SWT di Arsyi-NYA. Peristiwa tersebut diabadikan di dalam Qur’an surat An Najm ayat 13 – 18 yang terjemahannya:

Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lalu. (yaitu) di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada syurga tempat tinggal. (Muhammad) melihat Jibril ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.

Hadlirin sekalian,

Isra’ dan Mi’raj merupakan peristiwa penting bagi Nabi Muhammad SAW karena pada saat peristiwa tersebut terjadi, Nabi sedang berada dalam masa-masa kesedihan. Pada kurun waktu tersebut Allah SWT telah memanggil paman beliau Abu Thalib dan istri beliau Siti Khadijah. Dua orang yang semasa hidupnya merupakan orang-orang terdekat yang sangat dicintai dan mencintai Nabi Muhammad. Abu Thalib adalah paman yang memberikan perlindungan kepada Nabi Muhammad SAW. Pada kurun waktu sepeninggal Abu Thalib dan Siti Khadijah, tekanan terhadap dakwah Nabi Muhammad dan kehidupan kaum muslimin pada waktu itu semakin berat dan bahkan dikatakan harapan untuk kelanjutan dakwah pun sangat tipis. Oleh karena itu, Isra’ dan Mi’raj dikatakan pula sebagai perjalanan untuk menghibur Rasulullaah SAW.

Bagi kita semua, Isra’ dan Mi’raj adalah peristiwa yang penting karena peristiwa Isra’ dan Mi’raj tersebut merupakan peristiwa yang menguji iman kita. Apakah kita akan mempercayai peristiwa tersebut atau tidak. Pada masa itu, banyak ummat yang kembali menjadi kafir karena tidak dapat mengimani peristiwa Isra’ dan Mi’raj yang disampaikan oleh Nabi Muhammad kepada mereka. Adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq yang pertama kali menyatakan kepercayaannya terhadap peristiwa tersebut. Mudah-mudahan, kita semua termasuk golongan orang-orang yang mempercayai peristiwa Isra’ dan Mi’raj tersebut.

Kedua, pada peristiwa Mi’raj, Nabi Muhammad SAW telah menerima perintah Allah yang berlaku untuk Nabi sendiri dan seluruh Ummat Islam, yaitu perintah shalat. Perintah shalat yang semula diwajibkan 50 kali dalam sehari tetapi karena kemurahan Allah akhirnya diberikan kelonggaran menjadi 5 waktu saja.

Shalat adalah ibadah yang akan dihisab pertama kali oleh Allah. Shalat merupakan tiang agama. Shalat menjauhkan kita dari perbuatan keji dan munkar.

Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari peristiwa Isra’ dan Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW. Mengimani peristiwa tersebut dan menjalankan perintah shalat yang menjadi oleh-oleh perjalanan Nabi Muhammad SAW tersebut.

Demikian sambutan saya. Selanjutnya, marilah pada waktunya kita dengarkan ceramah yang akan disampaikan oleh KH Achmad Yani IS. Kita pahami isinya dan kita ambil hikmah serta manfaatnya.

Wassalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

2 Tanggapan leave one →
  1. 20 Juli 2009

    hmmm … jadi mas arif jadi ketua RW 07, yak, pantesan sambutannya demikian menyejukkan dan mencerahkan. semoga kita bisa mengikuti jejak Rasulullah.

    • 29 Juli 2009

      iya pak, saya rw-nya. kebetulan didaphuk ngasih sambutan. maklum di komplek nggak ada pak dhukuh atau pak lurah, jadi ya rw-nya saja.

Tinggalkan Balasan

Note: Anda dapat menggunakan XHTML dasar di komentar Anda. Alamat surel Anda tidak akan pernah dipublikasikan.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS