Gubuk Itu

2009 Juli 26
by Kombor

peta-gubuk-kombor

Gubuk itu didirikan mulai kuartal ketiga 2002 dengan uang pesangon selama 24 bulan kerja. Didiami hanya berdasarkan prinsip sudah ada ingup dan inep-nya, bukan karena sudah rapi bikinannya. Tembok luar masih batako telanjang tanpa plesteran. Tembok dalam baru diplester tanpa cat. Lantai masih berupa peluran kasar. Pintu dan jendela masih kelihatan serat-seratnya.

Segala puji bagi Allah, saat lebaran 1429H, gubuk itu sudah bisa disebut rumah. Batako tidak lagi telanjang. Lantai pun sudah ditutup ubin. Sementara, pintu dan jendela sudah dilapis cat minyak.

Dengan adanya gubuk itu, ada ikatan untuk selalu kembali ke Sleman setiap tahunnya. Bahkan, bisa jadi gubuk itu akan dapat dihuni di senja kala nanti.

Kang Kombor memang tidak ngoyoworo dan mekso dalam menjalani hidup dan kehidupan. Kang Kombor selalu melatih diri merasa cukup. Dengan prinsip itu, punya gubuk satu disyukuri. Punya gubuk dua pun disyukuri. Punya sepeda motor satu disyukuri. Punya sepeda motor tiga pun disyukuri. Makan nasi dengan ikan cuik kranjangan disyukuri. Makan dengan telur ceplok pun disyukuri. Tak ada iri pada yang makan rendang daging setiap hari. Tak ada dengki pada yang punya rumah megah di kawasan Pondok Indah.

Hidup mengalir apa adanya. Seperti aliran sungai Nyoho yang melintasi pedukuhan di mana gubuk Kang Kombor itu berada, ada kalanya aliran airnya terhalang bebatuan atau runtuhan pereng. Ada kalanya deras seperti grojogan. Ada dinamika. Ada kalanya duka. Ada kalanya suka. Namun, yang kita cari tentulah hidup yang tenteram dan bahagia.

Untuk itulah Kang Kombor mengajarkan prinsip merasa cukup kepada anggota keluarga.

3 Tanggapan leave one →

Lacak Balik & Ping Balik

  1. Peta Rumahnya Kombor Yang Bukan Saya « Blog Kang Kombor
  2. Sudah Sampai di Sleman « Blog Kang Kombor
  3. Tidak Kena Macet Saat Mudik dan Balik « Blog Kang Kombor

Tinggalkan Balasan

Note: Anda dapat menggunakan XHTML dasar di komentar Anda. Alamat surel Anda tidak akan pernah dipublikasikan.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS