Hasta La Vista, Baby!

17 November 2009
by Kombor

"Hasta la vista, Baby!"

Pernahkan Sampeyan mendengar atau membaca kalimat itu? Kalau sudah pernah syukurlah. Kang Kombor sendiri gagal melakukan total recall atas kalimat itu. Justru yang terpanggil dengan jelas malah kalimat, "I will be back!" Hehehe…

Hasta la vista. Ah, Kang Kombor tidak akan membahas mengenai kalimat itu secara keseluruhan. Kang Kombor hanya akan membahas satu kata saja yaitu hasta.

Dalam Bahasa Jawa, hasta bisa berarti asta alias tangan. Huruf Jawa tidak bisa menulis asta tetapi hasta. Rinciannya adalah huruf ha kemudian sa dipangku dan disusul ta. Jadilah hasta.

Hasta adalah tangan. Eh, tapi bukan itu yang akan Kang Kombor bahas. Hasta juga bisa berarti sebuah angka. Masih dalam Bahasa Jawa, orang bisa menyebut angka siji, loro, telu, papat, lima, enem, pitu, wolu, sanga, sepuluh. Itu adalah penyebutan angka yang umum. Nah, untuk pengetahuan
Sampeyan, ini saya informasikan penyebutan angka yang lain:

Siji = satu = eko
Loro = dua = dwi
Telu = tiga = tri
Papat = empat = catur
Lima = lima = panca
Enem = enam = sad
Pitu = tujuh = sapta
Wolu = delapan = hasta
Sanga = sembilan = nawa
Sepuluh = sepuluh = dasa

Nah, berdasarkan hal di atas ketemulah hasta sama dengan delapan. Inilah yang akan kita pelototi.

Hasta, eh… maksudnya delapan menjadi penting (terutama) di Indonesia setelah terjadi perselisihan di dunia satwa. Buaya bertarung melawan cicak. Sebuah pertarungan yang aneh dan seharusnya tidak perlu dilakukan. Jelas tidak imbang. Buaya badannya lebih besar ribuan kali lipat dibandingkan cicak yang paling kawak sekalipun. Menang bagi buaya tak membanggakan. Menelan cicak pun tak mengenyangkan.

Akan tetapi, ada satu hal yang terlewatkan oleh buaya. Ternyata cicak memiliki kekuatan yang lain yang bernama dukungan. Rakyat ramai mendukung cicak. Ada dukungan lewat dunia nyata. Ada pula dukungan lewat dunia maya. Rakyat melihat buaya mengada-ada. Apa yang diperbuat buaya sarat rekayasa. Di dunia nyata, tak kurang banyaknya tokoh kredibel dan terpercaya menjaminkan dirinya. Di dunia maya, ada gerakan sejuta pengguna buku muka yang terus bertambah anggota. Situasi diperkirakan bisa makin panas dan bahkan bisa meledak menjadi keos.

Situasi genting. Kepercayaan rakyat mulai tergerus. Citra bersih mulai tersisih. Tak pelak, Presiden pun mengambil langkah. Dipanggillah tokoh-tokoh penjamin cicak. Diskusi dilakukan. Pendapat didengarkan. Hasilnya, lahirlah hasta, eh… Tim Delapan, sebuah tim independen pencari fakta perselisihan buaya dan cicak.

Tim Delapan berisikan Ketua Adnan Buyung Nasution, Wakil Ketua Koesparmono Irsan, Sekretaris Denny Indrayana dengan anggota Anies Baswedan, Todung Mulya Lubis, Amir Syamsuddin, Hikmahanto Juwana, dan Komaruddin Hidayat.

Kini Tim Delapan sudah selesai bekerja. Konon ada lima rekomendasi yang akan diberikan Tim Delapan kepada pembentuknya. Tapi apa nyana, konon pula, majikan Tim Delapan kecewa pada tim yang dibentuknya itu. Tim Delapan siap memberikan rekomendasi. Sayangnya Sang Majikan tak kunjung menerima.

Nah, bagaimana babak selanjutnya? Mari kita tunggu bersama.

Inilah hasil kerja Tim Delapan itu:

Hasta la vista, Baby!

Catatan: hasta la vista = see you later

2 Tanggapan leave one →
  1. 17 November 2009

    saya pernah mendengar istilah hasta ini.. yg saya pahami hasta (sunda: satuan ukuran untuk panjang), mis: sa hasta = 1 hasta , +- se ukuran panja tangan…
    dlm konteks, cicak vs buaya,,, hasta saya maknai: bahwa peristiwa ini menjadi sebuah momentum tuk mengukur kualitas, baik buruknya pelaksanaan hukum di negeri ini… baik kualitas pelaksana, objek, subjek, sistem dan semuanya…
    peristiwa ini akan menjadi cermin yg begitu bening bagi kita semua…

    Salam Hangat Selalu.,
    AbulaMedia.com

  2. 22 November 2009

    sungguh menyedihkan menyaksikan pertarungan buaya vs cicak yang makin ndak jelas endingnya. kapolri maupun kejagung sama2 mempertahankan gengsi institusi yang justru akan jadi bumerang bagi penegakan hukum di negeri ini. kenapa ya, kejujuran dan fatsoen sudah benar2 ilang di negeri ini? doh!

Tinggalkan Balasan

Note: Anda dapat menggunakan XHTML dasar di komentar Anda. Alamat surel Anda tidak akan pernah dipublikasikan.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS